Pages - Menu

Selasa, 25 September 2012

Membuat Nugget Sendiri



Nugget ayam…banyak anak-anak yang suka dengan makanan satu ini termasuk ketiga anak saya, mungkin karena rasanya yang gurih dan enak.. biasanya sih saya membeli nugget ayam yang siap goreng yang dijual disupermarket.
Namun melihat saking sukanya anak-anak , saya jadi berpikir gimana ya kalo dicoba bikin sendiri karena akan lebih hemat juga sehat tentunya karena tidak mengandung bahan pengawet dan tidak menggunakan bumbu penyedap.

Resep awal kudapat dari Ida- Krisna Show di Resep Serba Nugget, tenyata bahan yang digunakan dan cara mengolahnya gampang lho, begini ni resepnya :
Bahan-bahan :
- 500 gram daging ayam giling
- 2 butir telur kocok
- 4-5 roti tawar tanpa kulit
- 1-2 buah wortel diparut (jika suka)
- Keju parut (jika suka)
- Merica bubuk (secukupnya)
- 100 ml air matang / susu cair (jika suka)
- Garam (secukupnya)
- 4 siung bawang putih (dihaluskan)
- Gula pasir (sedikit saja)
Bahan untuk menggoreng :
- Minyak goreng
- Tepung panir
- Telur dikocok
Cara membuat :
- Campur semua bahan dari mulai ayam sampai dengan gula pasir, aduk sampai rata.
- Siapkan loyang ukuran 20 cm dan olesi dengan mentega.
- Tuang adonan ke dalam loyang, ratakan lalu kukus selama ± 20 -30 menit.
- Setelah masak, dinginkan lalu potong-potong sesuai selera atau dibentuk dengan cetakan agar lebih menarik.
- Celupkan dalam kocokan telur dan balur dengan tepung panir lalu
goreng hingga kecoklatan.
- Sajikan dan nikmati selagi hangat.
Catatan: resep ini bisa juga untuk membuat nugget ikan maupun udang tinggal bahan dasarnya saja yang diganti.
Bagi sahabat blog yang suka nugget Selamat Mencoba dan bereksperimen :lol:
http://resepmasakanindonesia.idcc.info/chicken-nuggets.htm
Resep Chicken Nugget
Bahan :
5 lembar roti tawar (buang kulitnya)
250 ml susu cair
2 sendok makan margarin
75 gram bawang bombay, dicincang halus
2 siung bawang putih, diparut
500 gram daging ayam giling
1/2 sendok teh merica bubuk
2 kuning telur
1 sendok teh garam
minyak untuk menggoreng
Bahan Lapisan :
150 gram tepung panir
2 putih telur
Cara membuat :
1. Rendam roti tawar dalam susu hingga lembek, remas-remas hingga halus, sisihkan.
2. Panaskan margarin tumis bawang bombay dan bawang putih hingga layu. Angkat.
3. Aduk tumisan bawang bombay, campuran roti tawar, garam, merica, daging ayam, dan kuning telur, aduk rata.
4. Siapkan loyang persegi 18 cm. Tuang adonan ke dalamnya. Ratakan lalu kukus sampai matang. Angkat lalu dinginkan.
5. Keluarkan dari loyang lalu potong 6x3x1cm, celupkan ke dalam putih telur lalu gulingkan di tepung panir.
6. Goreng sampai kering dan matang.
Untuk 15 porsi
http://www.resep.web.id/kue/chicken-nugget.htm
Bahan:
5 lembar roti tawar, buang kulitnya, potong kasar
250 ml susu cair
2 sdm margarin
75 g bawang Bombay, cincang halus
500 g daging ayam cincang
2 kuning telur ayam
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
minyak untuk menggoreng
Lapisan:
2 putih telur ayam
150 g tepung panir
Cara membuat:
# Rendam roti tawar dengan susu cair hingga lembut dan hancur.
# Panaskan margarin hingga leleh. Tumis bawang Bombay hingga layu. Angkat.
# Campur roti tawar dengan bawang Bombay tumis, dan daging ayam. Aduk hingga rata.
# Tambahkan kuning telur, merica, dan garam. Aduk hingga rata.
# Taruh adonan dalam loyang segi empat. Ratakan.
# Kukus dalam dandang panas hingga matang. Angkat, dinginkan.
# Lepaskan dari loyang, potong-potong ukuran 1x3x5 cm.
# Celupkan tiap potongan dalam telur kocok. Gulingkan dalam tepung panir hingga rata.
# Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning keemasan.
# Angkat, tiriskan dan sajikan hangat.
Untuk 24 potong
http://rajaresep.com/berita-248-resep-chicken-nugget.html
Bahan :
300 gr Daging Ayam giling
50 gr Keju Cheddar, parut
2 butir telur, kocok lepas
1/4 sdt garam
4 siung Bawang Putih
Bahan Panir :
150 gr Tepung Roti
2 butir Telur, kocok lepas
Minyak untuk menggoreng
Cara Membuat :
1.     Campur semua bahan kemudian aduk rata.
2.     Tuang kedalam loyang persegi 20 cm yang dioles minyak dan dialas plastik.
3.     Kukus nugget selama 20 menit. Angkat. Setelah dingin potong kotak 2×2 cm atau sesuai selera.
4.     Celupkan potongan nugget ke dalam telur lalu gulingkan dalam tepung roti, ulangi 1 x lagi.
5.     Goreng nugget dalam minyak panas sampai matang.
baca selengkapnya!!! »»  

Cara membuat form login dengan Delphi 7.

Buat teman-teman yang lagi asiiik membuat program khususnya yang berhubungan dengan Sistem Informasi Administrasi untuk sebuah instansi atau perusahaan dengan menggunakan soft Delphi 7 rasanya  kurang  lengkap kalau tidak ada halaman login. (itu menurutku siii).
Untuk keamanan data yang kita miliki dalam sistem, halaman login ini sangat penting untuk sebuah sistem Administrasi yang  kita buat, karena SI sifatnya sangat rahasia. Halaman login yang aku buat ini berisi Nama Pemakai  dan Password.
Buat teman-teman yang lagi belajar atau lagi nyari – nyari tutorial tentang pemrograman Delphi, mungkin postingan ini bisa bermanfaat buat kalian, ya meskipun hanya program sederhana.
Terlebih dahulu kita buka program yang sudah kita buat sebelumnya. Kalau mau buat baru juga boleh.
Sebagai contoh punyaku adalah SI LKP PIKOM. . .





untuk teman-teman yang mau buat baru dari awal juga boleh, silahkan telusuri langkah-langkahnya. . . :)
1. Buka aplikasi Delphi yang kamu  gunakan yaitu delphi 7 dan buat lembar kerja baru dengan mengklik pada menu File | New |Form







2. Setelah muncul lembar kerja baru, pada formulir baru tersebut lakukan perubahan terhadap dua buah properties yang ada pada objek inspector berikut:
Properties Caption diisi dengan Login Admin
Properties Name diisi dengan FormAwal (tanpa spasi)










Lalu simpanlah dengan memilih File|Save dan berikan nama FAwal.
3. Setelah FAwal disimpan, selanjutnya kita menambahkan komponen. Kita perlu menambahkan lima buah komponen pada Form yaitu:
Dua buah komponen Label yang simbolnya  pada tab standard ke dalam form baru kamu. Dan kemudian ubah nama label tersebut sesuai dengan keinginan kamu.
Untuk mengubah nama label tersebut, kita ubah pada  properties caption kemudian ubah nama label tersebut. Contoh punyaku adalah Nama Pemakai  dan Password.
4. Setelah label jadi  letakkan dua buah komponen Edit  yang simbolnya  terletak pada tab yang sama dimana kamu mengambil label tadi, kemudian yang perlu kita atur pada properties yaitu properties name,text dan Password Char.
Punyaku  untuk
Edit1
Name diganti dengan EdNama
Text dikosongkan
PasswordChar tetap dengan #0
Edit2
Name diganti dengan EdPass
Text dikosongkan
PasswordChar dirubah dengan *
5. Kemudian masih pada tab yang sama, yaitu pada tab standard tadi, letakkan 1 buah Button yang simbolnya  di bawah Form Edit tadi dengan merubah properties name dan captionnya.
Punyaku  dirubah dengan
Button1
Name dirubah BtnLogin
Caption dirubah &Login
Berikut contoh peletakan pada form Login :

6. Setelah form jadi, untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap password, kamu perlu menambahkan kode pada kejadian OnClick milik tombol Login. Klik ganda pada tombol Login dan tambahkan kode seperti dibawah ini:
procedure TFormAwal.Button1Click(Sender: TObject);
begin

if(EdNama.Text = 'idahceris') and

(EdPass.Text = 'senyum') then

FormMenu.ShowModal

Application.MessageBox('Maaf anda tidak bisa Login. . .!!','Warning’,0);

exit;

end;
end.
Kode diatas mengasumsikan bahwa nama pemakai adalah idahceris dan password-nya adalah senyum. Jika tidak terjadi kecocokan, kotak dialog yang berisi pesan “Maaf anda tidak bisa login” akan tampil.
7. sekarang coba kamu jalankan form yang sudah kamu  buat tadi. . .good luck yah?
note :
FormMenu.Show Modal berfungsi jika password dan nama pemakai  yang kamu  inputkan benar,maka tampil Form selanjutnya yang menjadi form tujuan yaitu FormMenu. Silahkan anda rubah sesuai dengan nama form yang kamu buat.
baca selengkapnya!!! »»  

Tutorial Membuat Html Report di Delphi

Tutorial Membuat Html Report di Delphi

Tutorial Membuat Html Report di Delphi, gunakan Quick Report atau Rave Designer untuk membuat Report di Delphi. Namun seandainya anda ingin menyusun sebuah report yang memiliki desain cara termudah anda tinggal membuat report dari file html.
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat html report di delphi :
  • Dreamweaver, Frontpage atau aplikasi lain sejenis yang dapat digunakan sebagai Html Editor
  • Program Delphi (dalam artikel ini menggunakan Delphi versi 7)
Langkah awal buatlah database (report mengambil data dari database), dalam hal ini coba buat tabel field-field menggunakan Microsoft Acces, contoh :
Nama tabel : Demo
Field, Type,   Size
No, AutoNumber
Nama, Karakter, 30
Alamat, Karakter, 65
Kota, Karakter, 35
Lanjutkan dengan isi tabel tersebut (contoh gambar) lalu simpan pada folder yang akan degunakan dalam membuat project di delphi :
(Tabel Demo)


Selanjutnya buat file Html dengan isi berupa tabel dengan kolom yang sama dengan tabel pada database anda. Perlu diperhatikan, memasukkan tag String pada kolom harus sesuai dengan nama field-field tabel anda (tabel demo). Sebagai contoh : <#no>, <#nama>, <#alamat>, semua harus sesuai sehingga langkah selanjutnya dapat diganti dengan data yang sesuai oleh Delphi. Pada desain, anda dapat mengaplikasikan flash, java script, dan sebagainya.
Report menggunakan Html File
Setelah itu masuk ke kode editornya maka akan muncul :
<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
<style type=”text/css”>
<!–
.style1 {
color: #FFFFFF;
font-weight: bold;
}
.style2 {font-family: “Courier New”, Courier, mono}
.style3 {color: #FFFFFF; font-weight: bold; font-family: “Courier
New”, Courier, mono; }
.style7 {color: #0000FF}
–>
</style>
</head>
<body>
<h1>Report menggunakan HTML FILE :</h1>
<table width=”743″ border=”1″>
<tr bgcolor=”#0033FF”>
<td width=”43″><div align=”center”>No</div></td>
<td width=”275″><div align=”center”>Nama</div></td>
<td width=”172″><div align=”center”
class=”style3″>Alamat</div></td>
<td width=”225″><div align=”center”>Kota</div></td>
</tr>
<tr>
<td><#no></td>
<td><#nama></td>
<td><#alamat></td>
<td><#kota></td> </tr>
</table>
<h1>Copyright 2005 </h1>
</body>
</html>
——————————————————–*
Selanjutnya memecah script tersebut menjadi tiga bagian yaitu header, isi dan footer. Buka notepad atau teks editor lain terus copy bagian :
<html>
<head>
<title>Untitled Document</title>
<style type=”text/css”>
<!–
.style1 {
color: #FFFFFF;
font-weight: bold;
}
.style2 {font-family: “Courier New”, Courier, mono}
.style3 {color: #FFFFFF; font-weight: bold; font-family: “Courier
New”, Courier, mono; }
.style7 {color: #0000FF}
–>
</style>
</head>
<body>
<h1>Report menggunakan HTML FILE :</h1>
<table width=”743″ border=”1″>
<tr bgcolor=”#0033FF”>
<td width=”43″><div align=”center”>No</div></td>
<td width=”275″><div align=”center”>Nama</div></td>
<td width=”172″><div align=”center”
class=”style3″>Alamat</div></td>
<td width=”225″><div align=”center”>Kota</div></td>
</tr>
Simpan format nama header.txt pada folder yang sama dengan database.
Langkah berikutnya select pada bagian :
<tr>
<td><#no></td>
<td><#nama></td>
<td><#alamat></td>
<td><#kota></td> </tr>
Copy ke notepad dan simpan dengan nama isi.txt
Langkah terakhir select :
</table>
<h1>Copyright 2005 </h1>
</body>
</html>
Copy ke notepad dan simpan dengan nama isi.txt
Masuk ke Delphi, lalu buat form baru dengan komponen-komponen berikut :
Ado Connection : hubungkan dengan database yang telah dibuat tadi
Ado Query , set connection ke Ado Connection dan Sql String isi dengan “select * from demo”
Data Set Page Producer pada page Internet, set dataset ke Ado Query ;
Button untuk menampilkan report tadi
Perlu diperhatikan adalah menggunakan unit shellApi pada uses di unit tadi

Contoh gambar setting, komponen :

Ado Query Setting :


Klik 2X pada button tampil dan tulis script berikut :
procedure TForm1.Button1Click(Sender: TObject);
var
Outfile : TextFile;
Begin
ADOQuery1.Close;
ADOQuery1.Open;
AssignFile(Outfile,’Demohtml.htm’);
rewrite(Outfile);
DataSetPageProducer1.HTMLFile := ‘header.txt’;
write (outfile,DataSetPageProducer1.content);
DataSetPageProducer1.HTMLFile := ‘isi.txt’;
AdoQuery1.Prior;
while not AdoQuery1.Eof do
begin
write (outfile,DataSetPageProducer1.content);
AdoQuery1.Next;
end;
DataSetPageProducer1.HTMLFile := ‘footer.txt’;
write (outfile,DataSetPageProducer1.content);
closefile(Outfile);
ShellExecute(Handle,’Open’,pchar(‘Demohtml.htm’),’
‘,nil,SW_SHOWMAXIMIZED);
end;
Simpan project tersebut pada folder yang sama. Dan compile form tersebut maka akan tekan tombol tampil, maka akan muncul :

Kata Kunci : contoh report text tentang tempat, contoh iklan keluarga, report text about turtle, contoh limbah domestik, contoh surat undangan rapat sekolah
baca selengkapnya!!! »»  

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

Jaringan Komputer adalah sebuah system yang terdiri dari atas computer dan perangkat lain nya yang bekerja bersama-sama untuk mencapai suatu tujuan. Tujuan dari jaringan computer adalah :

  • Membagi sumber daya, Contohnya berbagi pemakaian CPU, Harddisk, Memory
  • Komunikasi, Contohnya Surat elektronik, instant messaging, chatting
  • Akses Informasi, Contohnya Browsing

Agar dapat mencapai tujuan yang sama, setiap bagian dari jaringan komputer meminta dan memberikan layanan (service). Pihak yang meminta layanan disebut klien (client) dan yang memberikan layanan disebut pelayan (server). Arsitektur ini disebut dengan sistem client-server, dan digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer.

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

1. Local Area Network (LAN)

Local Area Network biasa disingkat LAN adalah jaringan komputer yang jaringannya hanya mencakup wilayah kecil, seperti jaringan komputer kampus, gedung, kantor, dalam rumah, sekolah atau yang lebih kecil. Saat ini, kebanyakan LAN berbasis pada teknologi IEEE 802.3 Ethernet menggunakan perangkat switch, yang mempunyai kecepatan transfer data 10, 100, atau 1000 Mbit/s. Selain teknologi Ethernet, saat ini teknologi 802.11b (atau biasa disebut Wi-fi) juga sering digunakan untuk membentuk LAN. Tempat-tempat yang menyediakan koneksi LAN dengan teknologi Wi-fi biasa disebut hotspot.

Pada sebuah LAN, setiap node atau komputer mempunyai daya komputasi sendiri, berbeda dengan konsep dump terminal. Setiap komputer juga dapat mengakses sumber daya yang ada di LAN sesuai dengan hak akses yang telah diatur. Sumber daya tersebut dapat berupa data atau perangkat seperti printer. Pada LAN, seorang pengguna juga dapat berkomunikasi dengan pengguna yang lain dengan menggunakan aplikasi yang sesuai.

Berbeda dengan Jaringan Area Luas atau Wide Area Network (WAN), maka LAN mempunyai karakteristik sebagai berikut :

1. Mempunyai pesat data yang lebih tinggi
2. Meliputi wilayah geografi yang lebih sempit
3. Tidak membutuhkan jalur telekomunikasi yang disewa dari operator telekomunikasi

Biasanya salah satu komputer di antara jaringan komputer itu akan digunakan menjadi server yang mengatur semua sistem di dalam jaringan

2. Metropolitant Area Network (MAN)

Metropolitan area network atau disingkat dengan MAN adalah suatu jaringan dalam suatu kota dengan transfer data berkecepatan tinggi, yang menghubungkan berbagai lokasi seperti kampus, perkantoran, pemerintahan, dan sebagainya. Jaringan MAN adalah gabungan dari beberapa LAN. Jangkauan dari MAN ini antar 10 hingga 50 km, MAN ini merupakan jaringan yang tepat untuk membangun jaringan antar kantor-kantor dalam satu kota antara pabrik/instansi dan kantor pusat yang berada dalam jangkauannya.

3. Wide Area Network (WAN)

WAN adalah singkatan dari istilah teknologi informasi dalam bahasa Inggris: Wide Area Network merupakan jaringan komputer yang mencakup area yang besar sebagai contoh yaitu jaringan komputer antar wilayah, kota atau bahkan negara, atau dapat didefinisikan juga sebagai jaringan komputer yang membutuhkan router dan saluran komunikasi publik.

WAN digunakan untuk menghubungkan jaringan lokal yang satu dengan jaringan lokal yang lain, sehingga pengguna atau komputer di lokasi yang satu dapat berkomunikasi dengan pengguna dan komputer di lokasi yang lain.

Berdasarkan fungsi : Pada dasarnya setiap jaringan komputer ada yang berfungsi sebagai client dan juga server. Tetapi ada jaringan yang memiliki komputer yang khusus didedikasikan sebagai server sedangkan yang lain sebagai client. Ada juga yang tidak memiliki komputer yang khusus berfungsi sebagai server saja. Karena itu berdasarkan fungsinya maka ada dua jenis jaringan komputer:

a. Client-server

Yaitu jaringan komputer dengan komputer yang didedikasikan khusus sebagai server. Sebuah service/layanan bisa diberikan oleh sebuah komputer atau lebih. Contohnya adalah sebuah domain seperti www.detik.com yang dilayani oleh banyak komputer web server. Atau bisa juga banyak service/layanan yang diberikan oleh satu komputer. Contohnya adalah server jtk.polban.ac.id yang merupakan satu komputer dengan multi service yaitu mail server, web server, file server, database server dan lainnya.

b. Peer-to-peer

Yaitu jaringan komputer dimana setiap host dapat menjadi server dan juga menjadi client secara bersamaan. Contohnya dalam file sharing antar komputer di Jaringan Windows Network Neighbourhood ada 5 komputer (kita beri nama A,B,C,D dan E) yang memberi hak akses terhadap file yang dimilikinya. Pada satu saat A mengakses file share dari B bernama data_nilai.xls dan juga memberi akses file soal_uas.doc kepada C. Saat A mengakses file dari B maka A berfungsi sebagai client dan saat A memberi akses file kepada C maka A berfungsi sebagai server. Kedua fungsi itu dilakukan oleh A secara bersamaan maka jaringan seperti ini dinamakan peer to peer.

Berdasarkan topologi jaringan : Berdasarkan [topologi jaringan], jaringan komputer dapat dibedakan atas:

1. Topologi bus
2. Topologi bintang
3. Topologi cincin
4. Topologi Pohon (Hirarkis)
5.
Topologi Mesh (Acak)
Komponen Dasar Jaringan Komputer

Untuk dapat membangun sebuah jaringan, ada beberapa komponen dasar yang harus dipenuhi yaitu:

Komponen Fisik

a. Unit Komputer

Sediakan minimum 2 unit computer atau beberapa computer sesuai kebutuhan, Komputer-komputer ini nanti nya yang bertindak sebagai server dan ada juga yang berperan sebagai workstation

b. Kartu Jaringan atau LAN Card ( Network Interface Card)

Secara kasat mata LAN Card dapat dikenali dengan mudah dari bentuknya yang umumnya memiliki port (lubang colokan) seperti yang terdapt pada telepon namun sedikit lebih besar. Komponen ini biasa nya sudah terpasang secara onboard pada beberapa computer yang dijual dipasaran saat ini, jika belum berarti Anda harus menambahkannya dengan cara menanamnya pada slot PCI/ISA dibagian mainboard computer Anda..

c. Kabel Jaringan

kabel dalam sebuah jaringan digunakan sebagai penghubung. Meskipun sekarang sudah ada teknologi jaringan tanpa kabel (wireless) namun kabel masih sering digunakan karena mudah dalam pengoperasiannya. Ada beberapa macam tipe kabel yang biasanya digunakan untuk membangun sebuah jaringan antara lain:

c.1 Kabel Twisted Pair

Kabel ini terdiri dari beberapa kabel yang saling melilit. Adapun dua jenis kabel yang termasuk dalam tipe kabel ini yaitu Shielded Twisted Pair (STP) dengan lapisan aluminium foil dan Unshielded Twisted Pair (UTP)

c.2 Kabel Coaxial

Tampilan fisik kabel ini terdiri dari kawat tembaga sebagai inti yang dilapisi oleh isolator dalam lalu dikelilingi oleh konduktur luar kemudian dibungkus dengan bahan semacam PVC sebagai lapisan isolator luar.

c.3 Fiber

Kabel fiber optic terdiri atas inti serat kaca dan dibungkus lapisan luar seperti kabel-kabel umumnya

d. Konektor

Konektor digunakan sebagai sarana penghubung antara kabel dengan colokan LAN card yang ada di CPU computer Anda. Jenis konektor ini di sesuaikan dengan tipe kabel yang digunakan misalnya rj-45 berpasangan dengan kabel UTP/STP, konektor BNC/T berpasangan dengan kabel coaxial sedangkan tipe kabel fiber optic digunakan konektor ST.

e. Tang Kriping

Tang kriping Berfungsi untuk menjepit kabel dengan konektor yang telah terpasang sehingga tidak mudah lepas pada saat instalasi. Penggunaan tang ini disesuai kan dengan jebis kabel yang akan anda gunakan untuk membangun jaringan.

f. Hub

Hub adalah komponen jaringan yang memiliki colokan (port-port). Umumnya hub memiliki jumlah port mulai dari 4, 8, 16, 24 sampai 32 plus 1 port (uplink) untuk menghubungkan ke server atau ke hub lain. Hub digunakan untuk menyatukan kabel-kabel network dari tiap-tiap workstation, server atau perangkat lain.

g. Bridge dan Switch

Bridge digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan yang terpisah walaupun menggunakan media penghubung dan model atau topologi berbeda. Jadi mirip dengan jembatan pada kehidupan sehari-hari kita. Sedangkan Switch bentuknya mirip dengan hub, bedanya switch lebih pintar karena mampu menganalisa data yang dilewatkan padanya sebelum dikirim ketujuan. Selain itu juga ia memiliki kecepatan transfer data dari server ke workstation atau sebaliknya.

h. Router

Router memiliki kemampuan untuk menyaring atau memfilter data yang lalu lalang di jaringan berdasarkan aturan atau protocol tertentu. Seperti bridge, router juga dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan model LAN bahkan WAN.

Komponen Non Fisik

Selain komponen fisik yang telah dijelaskan sebelumnya, ada juga komponen non fisik bila kita akan belajar membangun sebuah jaringan, antara lain :

a. Operating Sistem untuk Komputer

Ada banyak operating system yang dapat Anda gunakan untuk membangun jaringan computer. Untuk computer server biasanya Microsoft Windows NT 4 Server, Microsoft Windows 2000 Server, Microsoft Windows 2003 Server, Novell Netware serta Linux. Sedangkan untuk client/workstation Anda dapat menggunakan Microsoft Windows 98, ME, 2000 Profesional, XP dan distro linux.

b. Protokol Jaringan

Protokol Jaringan adalah aturan-aturan yang digunakan dalam jaringan sehingga computer-komputer anggota jaringan dan computer berbeda platform dapat saling berkomunikasi. TCP/IP (Tranmission Control Protokol/Internet Protokol) adalah protocol.

Teknik Pengkabelan

Seperti yang telah dijelaskan pada bab 3.3 sebelumnya, ada beberapa tipe kabel yang dapat digunakan untuk membangun jaringan computer atau dalam hal ini LAN. Namun menurut penulis dengan alas an relatife lebih mudah dalam pengadaan kabel, murah dan sederhana dalam proses instalasi serta umum digunakan pada saat ini, maka pilihan jatuh pada tipe kabel Twisted Pair jenis Unshielded Twisted Pair (UTP).

Kabel UTP terdiri dari 8 buah kabel halus yang saling melilit menjadi 4 pasang. Ke empat pasang kabel tersebut adalah :

* Pasangan kabel warna hijau dengan Putih lease Hijau
* Pasangan kabel warna Orange dengan Putih lease Orange
* Pasangan kabel warna Biru dengan Putih lease Biru
* Pasangan kabel warna coklat dengan Putih lease Coklat

Kategori Kabel UTP

Cat 1 : Digunakan untuk perangkat komunikasi, seperti kabel telephon.

Cat 2 : Kecepatan transfer data mencapai 4 Megabits per second.

Cat 3 : Biasanya digunakan untuk topologi token ring dengan kecepatan transfer data mencapai 10 Mbps.

Cat 4 : Kecepatan transfer data mencapai 16 Mbps

Cat 5 : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps

Cat 5e : Kecepatan transfer data mencapai 100 Mbps – 1 Gigabits.

Cat 6 : Kecepatan transfer data hingga 2,5 Gigabit Ethernet dalam jarak 100 Meter atau 10 Gigabits dalam jarak 25 Meter.


Standarisasi Kabel UTP

Pemasangan urutan Kabel UTP umumnya mengikuti aturan standart international yaitu EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B. Untuk urutan EIA/TIA 568A urutan kabel nya adalah sebagai berikut :

Urutan ke 1 : Putih Hijau

Urutan ke 2 : Hijau

Urutan ke 3 : Putih Orange

Urutan ke 4 : Biru

Urutan ke 5 : Putih Biru

Urutan ke 6 : Orange

Urutan ke 7 : Putih Coklat

Urutan ke 8 : Coklat

Sedangkan urutan EIA/TIA 568B urutan kabelnya adalah sebagai berikut:

Urutan ke 1 : Putih Orange

Urutan ke 2 : Orange

Urutan ke 3 : Putih Hijau

Urutan ke 4 : Biru

Urutan ke 5 : Putih Biru

Urutan ke 6 : Hijau

Urutan ke 7 : Putih Coklat

Urutan ke 8 : Coklat

Tipe Pemasangan Kabel UTP

Ada 2 jenis tipe pemasangan kabel UTP pada konektor RJ-45 yaitu type straight dan tipe cross.

a. Tipe Straight

Tipe Straight artinya ujung kabel yang satu dengan ujung kabel yang lainnya memiliki urutan kabel yang sama sesuai dengan standart EIA/TIA 568B. Tipe ini digunakan untuk menghubungkan antara PC ke Switch, Router ke Switch, Router ke Hub dan PC ke Hub.


b. Tipe Cross

Pada tipe ini ujung kabel yang satu menggunakan urutan standart EIA/TIA 568A dan ujung yang satu nya lagi menggunakan urutan kabel TIS/EIA 568B dan digunkan untuk menghubungkan PC ke PC, Switch/Hub ke Switch/Hub, dan PC ke Router.
baca selengkapnya!!! »»